Alat Pengubah Air Jadi BBM Jadi Sorotan, Ahli Ungkap Cara Kerja Asli Nikuba

547

FIPRESS, Jakarta – Alat pengubah air jadi BBM belakangan tengah jadi sorotan.

Penemu alat bernama Nirkuba ini Aryanto Misel asal Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat.

Nikuba sendiri singkatan dari ‘Niki Banyu’ yang artinya ‘Ini Air’.

Klaim Aryanto, Nikuba bisa mengubah air menjadi energi untuk mesin motor dan mobil.

Namun, klaim tersebut dianggap Dr. Ing. Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Ahli Motor Bakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai hal yang misleading.

Sehingga pria yang akrab disapa Prof Yus ini meluruskan pemahaman air sebagai BBM.

“Alat itu (Nikuba) sebenarnya menggunakan energi gas HHO, bukan H2 murni,” ujar Prof Yus.

“HHO (Hidrogen Hidrogen Oksigen) juga

“Butuh energi sebesar 180 MJ/kg untuk memproses elektrolisis air menghasilkan H2 sebanyak 1 kg untuk bisa digunakan energi pembakaran,” terang Prof Yus.

Jika dipakai sebagai BBM mesin internal combustion, H2 hanya menghasilkan energi sebesar 130 MJ/kg.

Sebagai perbandingan, BBM diesel atau bensin menghasilkan energi sebesar 40-43 MJ/kg.

“Berarti ada kekurangan energi 50 MJ/kg dari 180 MJ/Kg kebutuhan energi memproses elektrolisis air menjadi H2 dan dijadikan energi bahan bakar,” jabar Prof Yus.

“Sekalipun dipakai untuk mesin internal combustion, H2 tetap butuh bantuan dari energi lain seperti bahan bakar fosil,” sambungnya.

Sebab kekurangan 50 MJ/kg membuat H2 tidak bisa menjadi energi tunggal untuk mesin internal combustion.

Tetap perlu bantuan BBM yang hasilnya membuat konsumsi BBM lebih irit.

“Dibilang pengganti bahan bakar jelas tidak bisa, tapi dibilang penghemat bahan bakar sangat mungkin,” simpul Prof Yus.

“Teknologi ini sudah ada lama, hanya saja memang kurang efektif,” sambungnya.(*)

 

*otomotifnet.com

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.