Amuk Masa Buntut Rudapaksa Anak Tiri

15

foto : MS dievakuasi

FIPRES, Bima – Rumah MS (inisial) warga di kecamatan Raba kota Bima di lempari batu dan kayu oleh masa pada, Selasa (22/11) sekira jam 9 pagi waktu setempat, saat MS diketahui berada di dalam rumah.

Massa mengamuk mendengar informasi bahwa MS tega menyetubuhi anak tirinya, sebut Mawar (16) (bukan nama sebenarnya) yang masih sekolah.

Diperoleh kabar MS sedang beristirahat setelah beberpa hari lalu mengalami kecelakaan di wilayah kabupaten Dompu.

MS lolos dari amukan massa karena pihak Polsek Ranae Timur (Rastim) Polres Bima Kota dan sejumlah personil TNI asal Koramil/01 Rasanae (Kodim 1608/Bima) sigap mengamankan situasi. MS langsung diamankan di Mapolres Bima Kota.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kapolres Bima Kota, AKBP Rohadi, S.IK, MH melalui Kasi Humas setempat, Iptu Jufrin.

“Ya, saat ini terduga pelaku sedang diamankan di Mapolres Bima Kota sembari dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Bima Kota. Terduga pelaku diamankan ke Mapolres Bima Kota setelah dilakukan evakuasi oleh pihak Polres Rastim dan sejumlah personil Koramil/01 Rasanae (Kodim 1608/Bima) di TKP. Alhamdulillah situasi terkini di TKP sudah sangat aman dan kondusif,” kata Jufrin.

Secara terpisah Kapolsek Rastim-Polres Bima Kota, Iptu Suratno membenarkan adanya kejadian pengrusakan rumah terduga pelaku oleh massa dimaksud. Massa mengamuk karena dugaan MS menyetubuhi anak tirinya tersebut.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari keluarga korban, kasus dugaan persetubuhan antara MS dengan anak tirinya itu terjadi pada Juni tahun 2022. Kronologis kejadian menurut cerita korban kepada keluarganya, awalnya korban sedang tidur di dalam kamar. Selanjutnya terduga pelaku datang mengetuk pintu kamar. Tetapi tetapi korban tidak mau membuka pintu kamar tersebut. Setelah itu terduga pelaku membuka paksa pintu kamar tersebut. Selanjutnnya terduga pelaku diduga melakukan persetubuan dengan cara memaksa korban,” ungkap Suratno.

Atas kejadian yang menimpanya , korban menceritakan kepada pamanya yakni Tajudin.

Tajudin merasa keberatan hingga melaporkan kasus itu pada Selasa (22/11) di SPKT Polres Bima Kota.

“Kendati kasus tersebut telah dilaporkan namun massa masih marah. Akibatnya, rumah terduga pelaku dirusak massa hingga mengalami kerusakan pada beberapa bagian,” tandas Suratno (unitomo)

sumber: visioner

Leave A Reply

Your email address will not be published.