Dapil dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Tiap Dapil Di Tulungagung Akan Berubah

79

 

FIPRESS, Tulungagung – Daerah Pilihan (dapil) yang selama ini digunakan dalam pileg di kabupaten Tulungagung sejak 2004 dan selama ini telah dipersiapkan oleh beberapa calon legistalif untuk menata calon pemilih serta alokasi jumlah kursi masing-masing dapil dalam pemilu 2024 nanti bakal berubah.

Hal tersebut adalah sebagai wacana yang disampaikan olwh KPU Tulungagung melalui Divisi Tehnik Penyelenggaraan Much Arif, M. PdI dalam media gathering pengumuman rancangan penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi anggota DPRD kabupaten/kota dengan bertempat di Lotus Garden Jl. Pahlawan desa Ketanon kecamatan Kedungwaru- Tulungagung, Kamis (24/11).

Dalam kesempatan tersebut Arif menyampaikan bahwa KPU sudah merancang 3 skema Dapil beserta disparitas harga kursi.

“Saat ini tahapan sudah dimulai tahapan penataan Daerah Pemilihan (Dapil) karena memperebutkan banyak kursi maka harus dibentuklah Dapil dimana ada 50 kursi nantinya di Tulungagung,” kata Arif.
“Kami berharap teman media untuk menyampaikan dan menawarkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Arif menjelaskan batas akhir masukan dan tanggapan dari ketiga skema penataan Dapil tersebut pada 6 Desember 2022, yang selanjutnya kita akan lakukan uji publik dengan mengundang dari unsur Forkopimda, partai politik, Bawaslu, ormas, akademisi, pengamat pemilu dan lainnya.

“Kita undang mereka semua akan membahas, atau nanti ada usulan baru terkait dari rancangan skema, semuanya itu akan kita tampung,” sambungnya.

Semua usulan rancangan penataan Dapil akan dilaporkan ke KPU RI. “Penentuan penataan Dapil akan ditetapkan oleh KPU RI pada tanggal 1 sampai 9 Februari 2023,” tutup Arif.

Berikut 3 (tiga) skema Dapil yang dirancang sebagai usulan KPU kabupaten Tulungagung :

Foto : Peta skema dapil

Skema 1
Dapil 1 : Kecamatan Tulungagung, Kecamatan Kedungwaru, Kecamatan Ngantru.
Dapil 2 : Kecamatan Boyolangu, Kecamatan Sumbergempol, Kecamatan Ngunut.
Dapil 3 : Kecamatan Rejotangan, Kecamatan Pucanglaban, Kecamatan Kalidawir, Kecamatan Tanggunggunung.
Dapil 4 : Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Bandung, Kecamatan Besuki, Kecamatan Pakel.
Dapil 5 : Kecamatan Gondang, Kecamatan Kauman, Kecamatan Sendang, Kecamatan Pagerwojo, Kecamatan Karangrejo.

Skema 2
Dapil 1 : Kecamatan Tulungagung, Kecamatan Ngantru, Kecamatan Kedungwaru.
Dapil 2 : Kecamatan Boyolangu, Kecamatan Sumbergempol.
Dapil 3 : Kecamatan Ngunut, Kecamatan Rejotangan.
Dapil 4 : Kecamatan Kalidawir, Kecamatan Pucanglaban, Kecamatan Tanggunggunung, Kecamatan Campurdarat.
Dapil 5 : Kecamatan Besuki, Kecamatan Bandung, Kecamatan Pakel, Kecamatan Gondang.
Dapil 6 : Kecamatan Kauman, Kecamatan Pagerwojo, Kecamatan Sendang, Kecamatan Karangrejo.

Skema 3
Dapil 1 : Kecamatan Tulungagung, Kecamatan Kedungwaru.
Dapil 2 : Kecamatan Boyolangu, Kecamatan Sumbergempol.
Dapil 3 : Kecamatan Ngunut, Kecamatan Rejotangan.
Dapil 4 : Kecamatan Kalidawir, Kecamatan Pucanglaban, Kecamatan Tanggunggunung, Kecamatan Besuki.
Dapil 5 : Kecamatan Campurdarat, Kecamatan Pakel, Kecamatan Bandung.
Dapil 6 : Kecamatan Gondang, Kecamatan Kauman, Kecamatan Pagerwojo.
Dapil 7 : Kecamatan Sendang, Kecamatan Ngantru, Kecamatan Karangrejo.

Sementara itu Suyitno Arman dari Bawaslu kabupaten Tulungagung mengatakan bahwa penataan Dapil ini merupakan amanat Undang-Undang Pemilu. “Di kabupaten dan kota Dapilnya diserahkan pada KPU, selanjutnya KPU kabupaten merancang dan menyusun yang kewajibannya meminta masukan pada banyak pihak diantaranya PERS,” jelas Arman.

Lanjut Arman, sesuai dengan pasal 185 UU Nomor 7 tahun 2017 dan pasal 2 PKPU NOMOR 6 Tahun 2022 ada 7 prinsip penataan Dapil, diantaranya :

1. Kesetaraan nilai suara.
2. Ketaatan pada sistem Pemilu yang proporsional.
3. Proporsionalitas.
4. Integritas.
5. Berada dalam 1 wilayah yang sama.
6. Kohesifitas.
7. Kesinambungan.(lukman)

Leave A Reply

Your email address will not be published.