Mafia Tanah di Sumenep Menggila,BPN Dan Bank Diduga Terseret

1,142
foto: Sulaisi, Gus Ruska(tengah), Agus Hariyanto saat konferensi pers di kafe Mami Muda,Kamis (15/9) sok Forum Indonesia/Rudi Hermawan.

FIPRESS, Sumenep – Kegaduhan soal tanah terjadi lagi di Sumenep pulau Madura.Aroma kuat terjadi kongkalikong yang disinyalir melibatkan pihak kelurahan hingga BPN.

Persoalan ini terungkap saat jumpa pers oleh kuasa hukum
pada Kamis malam (15/9) di kafe Mami Muda yang berlokasi di seputaran Taman Bunga Sumenep kecamatan Kota.

Sulaisi,SH selaku kuasa hukum dari Agus Hariyanto yang beralamat di di jala Lingkar Timur Sumenep membeberkan kronologi secara detail kasus yang menimpa Agus yang diduga berkaitan dengan perbankan sejak 2017 lalu, di depan sejumlah media .

Dalam pernyataan Sulaisi, Agus adalah salah satu korban dugaan kecurangan perbankan.

Menurut Sulaisi Agus adalah korban dugaan kecurangan perbankan yang patut kita duga bekerjasama dengan pihak di luar perbankan.Jum’at (17/9).

Modusnya lanjut Sulaisi Agus membeli tanah Subeki yang terletak di jalan Lingkar Timur Sumenep. Jual beli itu dilakukan di hadapan notaris Ahmad Faizal Rizani. Tanah seharga 309 juta yang sertipikatnya masih atas nama Subeki oleh Subeki yang beralamat di dusun Ketapang RT 1 RW 1 kelurahan Pragaan Laok, kecamatan Pragaan kabupaten Sumenep diagunkan di bank BSI dengan nilai pinjaman 2,5 Miliar.

Menurut Agus uang 2,5 Miliar itu masuk ke rekeningnya tetapi tidak berselang beberapa menit kemudian uang itu didebet, secara otomatis terkirim ke rekening Subeki .” Sambungnya.

” Sebenarnya Agus hanya butuh uang untuk modal sebesar 1 miliar, namun diiming-imingi oleh Subeki Akhirnya cair lah uang 2,5 miliar dan Agus tiap bulan-nya mengangsur 38 juta lebih tetapi duitnya dinikmati oleh pihak lain dan ini salah satu langkah awal yang kami lakukan agar ini terbukti, supaya tidak ada korban-korban lain selain mas Agus.”kata Sulaisi.

“Dalam konteks ini kita nilai bahwa ini adalah termasuk dari modus dugaan tindak pidana korupsi, karena ini anggaran negara, kenapa begitu karena jelas ini patut kita duga merugikan keuangan negara.”

“Soal tanah tersebut ternyata setelah kita telusuri ada kaitannya dengan isu dugaan mafia tanah di Sumenep, yang akhir-akhir ini berkaitan dengan tanah Kodim isunya ya mafia tanahnya itu.”terang dia.

“Bahwa ternyata tanah yang dijual oleh Subeki kepada Agus adalah tanah milik RB. Roeska Pandji Adinda yang tidak pernah dijual kepada Subeki, tetapi tiba-tiba berubah menjadi Hak Milik di dalam sertifikat ke atas nama Subeki.”

“Tanah yang diduga digunakan untuk menjadi agunan dan mengeluarkan anggaran negara dari perbankan itu dilakukan oleh Subeki dan ini baru yang ketahuan . Menurut BSI Pusat itu Kyai ini adalah orang hebat punya jaringan ke elite begitu ya, karena kehebatannya itu mampu untuk melakukan negosiasi ke pihak Perbankan supaya kalau ada orang mau beli tanah misalnya atau properti begitu yang bayar beliau katanya, yang mengatasi adalah Subeki ini meskipun yang butuh pihak lain.”

“Berapa miliar itu disebutkan di sini sekitar 60 miliaran lah, 60 miliaran katanya yang masih bermasalah begitu, artinya kalau sekitar 60 miliar kan berarti bukan hanya mas Agus, nah kira-kira yang dirugikan siapa kan jelas Perbankan, negara yang dirugikan.”

Oleh karena itu menurut kuasa hukum patut kita duga, dugaan tindak pidana korupsi. Juga dapat kita kaitkan bahwa itu selain mafia Perbankan dapat saja kita duga bahwa dia terlibat dalam urusan mafia tanah, ya tentu ini langkah awal kita bisa lakukan upaya untuk melakukan laporan terkait ke Aparat Penegak Hukum,” tambah Sulaisi.

RB. Roeska Pandji Adinda dengan sapaan akrab Gus Ruska, menurutnya, tanah yang dijual oleh Subeki kepada Agus adalah tanah miliknya, tanah tersebut merupakan tanah warisan dari RB. Ibrahim, kakek dari Gus Ruska.dirinya memberikan bukti surat atas tanah yang dijual kepada Agus Haryanto oleh Subeki.

“Saya tidak pernah menjual tanah itu, saya ada bukti dan surat-surat tanah yang dijual oleh Subeki kepada mas Agus (sembari menunjukkan beberapa lembar dokumen asli tanah yang dimilikinya, leter C dan peta rincikan tahun 1968).” Pungkas Gus Ruska.

Terkait artikel ini Subeki belum diklarifikasi, dicari di alamatnya tidak berhasil ditemui,sementara dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Subeki memblokir nomer yang menghubunginya. (rudi h).

Leave A Reply

Your email address will not be published.