Nestapa, Rumah Dihancurkan Rentenir

1,032

 

foto : Undang (47) saat diwawancarai Tribunjabar.id di depan lokasi rumahnya yang dirobohkan rentenir, Sabtu (17/9/2022).

FIPRESS,Garut – Betapa terkejutnya Undang (43) saat pulang kampung ke kampung Haurseah, desa Cipicung, kecamatan Banyuresmi, kabupaten Garut, rumahnya sudah rata dengan tanah.

Sementara istri dan anaknya yang berusia 10 tahun menangisi kondisi rumahnya yang dirobohkan oleh orang lain.

Belakang diketahui jika rumah Undang dirobohkan seorang rentenir berinsial A karena Undang belum membayar utang 1,3 juta.

Rumah Undang dirobohkan pada 10 September 2022. Saat kejadian, Undang berada di Bandung, Jawa Barat untuk mencari pekerjaan agar bisa membayar utang kepada A.

Sementara sang istri juga di Bandung bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan membawa anaknya.

“Itu rumah warisan dari ayah saya. Waktu dirobohkan, saya dan istri lagi tidak ada. Pas pulang lihat rumah sudah rata. Istri saya menangis, anak saya menangis,” ujar Undang, Sabtu (17/9).

Undang bercerita ia terpaksa meminjam uang 1,3 juta ke rentenir untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Selama ini ia tak memiliki pekerjaan tetap dan bekerja serabutan.

Walau utang pokok sebesar 1,3 juta belum dibayar, beberapa bulan terakhir Undang membayar bunga pinjaman 350 ribu per bulan.

Karena tak sanggup membayar bunga dan utang, ia pun mencari pekerjaan di Bandung. Di Ujungberung, ia bekerja di salah satu tempat pangkas rambut milik orang lain sebagai pembantu.

Dalam sehari, ia hanya mendapatkan 3 konsumen yang pangkas rambut dan hasilnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Utang pokoknya itu 1,3 juta, bunga per bulan 350 ribu. Itu bunga sudah dibayarkan beberapa bulan, akhirnya tidak sanggup dan memilih buat ke Bandung, cari uang buat bayar,” ucapnya.

Selama di Bandung, Undang tak pernah berkomunikasi dengan sang rentenir. Namun betapa terkejutnya, saat pulang menemukan rumahnya rata dengan tanah.
Undang sempat bertanya ke tetangga. Saat itu tetangga menyangka perobohan rumah atas sepengetahuan pemilik rumah.
“Saya tanya ke tetangga, ternyata rumah dirobohkan dan tetangga juga menyangka itu atas sepengetahuan saya,” ungkapnya.
Undang pun melaporkan kasus tersebut ke Polres Garut.

Sementara itu para tetangga korban, menyangka rumah milik Undang tersebut dirobohkan atas sepengetahuan korban.

Menurut keterangan tetangga korban, Teguh (30), rumah tersebut dibongkar langsung oleh pelaku yang diketahui berinisial A dan dibantu orang suruhannya.

“Ada sekitar sembilan orang yang ikut membongkar, disaksikan langsung oleh A. Waktu kejadian, dia bilang ‘jangan ikut campur’,” ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, kepala desa Cipicung, Uban Setiawan menyesalkan perobohan rumah milik Undang.Ia mengatakan seharusnya ada dialog musyawarah dulu.

“Jadi pas pulang rumahnya sudah rata dengan tanah, saya menyesalkan ini terjadi harusnya dialog musyawarah dulu,” ujar Uban.

Ia mengatakan Undang sudah membayar bunga pinjaman selama tiga bulan berturut-turut.

Diteror OTK

Setelah kejadian tersebut, Undang diteror oleh orang tak dikenal

Hal tersebut disampaikan Sekjen Barisan Santri Jawa Barat (Basjab), Yudi Arief. Kini Undang diungsikan dari kampung halamannya ke rumah aman seorang diri.

Sementara istri dan anaknya diketahui masih berada di Ujungberung, Kota Bandung.

“Karena ada teror, pak Undang kami ungsikan dulu ke tempat aman. Dia juga butuh suasana nyaman, kasihan belum istirahat,” ujar Yudi saat diwawancarai Tribunjabar.id, Sabtu (17/9).

Ia juga mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan kepada korban khususnya soal bantuan hukum.

“Kita amankan dulu. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Ini juga merupakan program dari Basjab,” ucapnya.

Yudi menjelaskan, kini Undang dalam keadaan sehat.Hanya, dia butuh istirahat karena dari kemarin siang hingga malam berada di Polres Garut untuk memberikan keterangan.
Kita doakan dan upayakan yang terbaik untuk pak Undang. Keamanan dan keselamatannya kami jamin,” ucapnnya.

Kepala Desa Cipicung, Uban Setiawan mengatakan Undang dalam kondisi lelah sehingga butuh istirahat.

Ia menuturkan sejak hebohnya kasus tersebut, banyak pihak yang sudah memberikan bantuan kepada korban.

“Alhamdulillah ada bantuan dari orang-orang yang peduli kepada pak Undang, termasuk ada bantuan hukum untuk mendampinginya,” ujarnya.

Uban mengimbau masyarakatnya untuk tetap menjaga kondusifitas setelah kejadian tersebut.

“Kita percayakan ke proses hukum yang sedang berjalan,” ucapnya.

Rumah Yang Dirobohkan Adalah Rumah Bantuan

Bhabinsa desa Cipicung, Toto Bustomi, mengatakan bahwa rumah Undang yang dirobohkan rentenir merupakan rumah bantuan dari Kodam III/Siliwangi.

“Iya, benar itu bantuan dari Kodam Siliwangi dan LPM. Dibangunnya antara tahun 2017-2018, saya mengawal langsung pembangunannya saat itu,” kata Toto.

Polres Garut Sudah Terima Laporan

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, mengatakan pihak kepolisian telah menerima laporan terkait kasus ini.

Wirdhanto menuturkan, saat ini laporan tersebut sedang ditindaklanjuti pihaknya.

Undang pun diketahui sudah memberikan keterangan di Polres Garut pada Jumat (16/9) malam.

“Selanjutnya ditindaklanjuti dengan penyelidikan,” kata Wirdhanto.

Warga Resah Dengan Adanya Rentenir

Warga desa Cipicung mengaku resah dengan keberadaan rentenir di desa tersebut.

Berdasarkan penuturan Uban, ada lebih dari 10 warga yang terjerat utang dengan rentenir.

“Banyak masyarakat Cipicung yang menjadi korban rentenir tersebut, ya mungkin karena terdesak tidak punya uang akhirnya minjam ke rentenir,” ucap Uban.

“Kami akan melakukan musyawarah dengan semua pihak, akan dibentuk Perdes (peraturan desa) untuk mencegah ini, karena sudah meresahkan masyarakat,” lanjutnya.(*)

 

 

* sumber kompas.com

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.