Pemeliharaan Trotoar Dan Drainase Jl. KH. Wahid Hasyim Masih Tanggungjawab Pihak Kontraktor.

3,342

JOMBANG – Jurnalforumindonesia – Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Heru Widjajanto, mengancam pihak kontraktor untuk tidak mencairkan dana pemeliharaan proyek trotoar dan drainase Jl. KH. Wahid Hasyim.

 

Mengingat kondisi proyek yang rampung dikerjakan terus alami kerusakan hingga menuai banyak protes serta sorotan dari banyak pihak.

 

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, Heru Widjajanto, mengatakan, kerusakan fasilitas bangunan fisik di trotoar Jl. KH Wahid Hasyim masih jadi tanggung jawab kontraktor hingga bulan November 2022, nanti.

 

“Apabila saat serah terima nanti masih ada saja kerusakan, kita akan menolak pada proses penyerahan.

 

Masih ada uang pemeliharaan yang belum dibayar Rp 800 juta. Kalau masih ada yang rusak akan kita klaimkan kerusakan ini dari situ,” terang Heru Widjajanto saat dikonfirmasi JFI melalui Call What App pada Rabu (17/08).

 

Bahkan, lanjut Heru, jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin, pihaknya tak akan mencairkan bila perawatan trotoar dan drainase tersebut tidak dilakukan perbaikan secara maksimal.

 

“Sebulan sebelum serah terima, kita juga akan berkoordinasi dengan Inspektorat Jombang guna mengaudit secara menyeluruh proyek tersebut. Artinya kita minta di audit terlebih dulu sebelum kita terima,” ujar Heru.

 

Ia mengakui proyek rehabilitasi drainase dan trotoar Jl. KH Wahid Hasyim Jombang telah menelan anggaran sebesar Rp 16,7 miliar.

 

“Kita sudah minta pada kontraktor proyek pembangunan drainase dan trotoar Jl. KH Wahid Hasyim agar segera dilakukan untuk perbaikan. Mengingat ada kerusakan terjadi saat ini.

 

Harusnya kontraktor cepat lakukan perbaikan karena masih masa pemeliharaan yang harus dilakukan oleh pihak kontraktor,” kata Heru tanpa harus diberitahukan lewat surat Dinas.

 

Selain itu, tambah Heru, juga akan tanyakan kualitas proyek yang menelan anggaran Rp. 16,7 miliar tersebut.

 

“Jelasnya bila tidak ada respon dari pihak kontraktor, sebelum penyerahan kita akan koordinasi dengan pihak Inspektorat agar lakukan audit terlebih dulu,” pungkas Heru Widjajanto.

 

(Gentho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.