Tanah Bergerak, 117 Rumah di Blitar Diusulkan Relokasi

43

 

foto : Bangunan rumah rusak karena tanah gerak di kabupaten Blitar, Jawa Timur/antara/HO-bpbd kab.Blitar

FIPRESS, Blitar – Sebanyak 117 rumah diusulkan direlokasi lantaran berada di lokasi zona tidak aman karena berada di area tanah bergerak di kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Wilayah abupaten Blitar terdapat beberapa daerah yang masuk zona tidak aman karena berada di area tanah gerak.

Kami sedang menyiapkan rencana lokasi. Sekarang kami usulkan 117 rumah untuk relokasi. Kami upayakan berbagai hal demi keselamatan warga,” kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto di Blitar, dilansir dari antara, Rabu (22/11).

Misalnya di desa Binangun kecamatan Binangun, desa Balerejo di kecamatan Wlingi, desa Kalitengah di kecamatan Panggungrejo,desa Purworejo kecamatan Wates,desa Maron kecamatan Kademangan.

Di desa Binangun, sudah ada bangunan yang menjadi korban karena tanah bergerak, yakni bangunan masjid dan rumah Marbot, pada Minggu (20/11) pagi.

Kejadian tanah retak dilaporkan sejak 17 Oktober 2022. Tanah retak itu terjadi karena intensitas hujan yang cukup tinggi.

Pihaknya juga sudah meminta bantuan PVMBG Bandung untuk melakukan kajian terkait dengan tanah bergerak di kabupaten Blitar.

Upaya Mitigasi

Dari hasil penjelasan PVMB bahwa jika sudah terbentuk rekahan saat hujan turun dengan potensi tinggi potensi terjadinya pergerakan tanah masih besar.

“Rekomendasinya adalah relokasi. Kemudian wilayah yang terdampak ditanami pohon tanaman keras tujuannya untuk menghambat pergerakan. Jika sudah ada rekahan tanah ditutup dengan tanah liat yang itu meminimalkan air masuk ke tanah, karena akan memicu tanah gerak,” kata Ivong.

Pihaknya berharap pengajuan relokasi itu bisa disetujui oleh gubernur Jawa Timur. Relokasi dilakukan sebagai upaya mitigasi dan demi keselamatan jiwa warga.

Terlebih lagi, dari laporan BMKG, curah hujan masih cukup tinggi antara Desember 2022 hingga awal Januari 2023.(maksum)

Leave A Reply

Your email address will not be published.