Teguran Dinas Perkim Pada Kontraktor Atas Proyek Drainase Jl. KH. Wahid Hasyim, Ini Penjelasannya,!.

24

FIPRESS, Jombang – Setelah menginventarisir data titik kerusakan pada bangunan trotoar dan drainase Jl. KH Wahid Hasyim, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang sudah berikan teguran secara tertulis dengan surat pada pelaksana proyek. Bahkan Dinas Perkim telah mendesak kontraktor segera memperbaiki.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) kabupaten Jombang, Heru Widjajanto, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim Jombang, menyebutkan bahwa pihaknya sudah telah menginventarisir fasilitas apa saja yang rusak dan yang harus segera diperbaiki oleh pihak kontraktor.

Setiawan juga menyebut hasil pendataan sudah dikirimkan ke pihak kontraktor untuk segera ditindaklanjuti melakukan perbaikan titik-titik kerusakan. Bahkan pihaknya sudah melakukan teguran secara tertulis melalui surat tersebut.

Saat ditanya kerusakan pada titik apa yang ditemukan oleh tim Dinas Perkim, ia belum bisa menyebutkan secara detail. Namun secara kasat mata, kerusakan itu ada pada keramik dan pot bunga.

“Artinya pihak kontraktor harus segera untuk melakukan penggantian keramik, bola-bola dan pot yang rusak,” bebernya

Selain itu, kata dia, akan lakukan pengecatan vertikal garden yang berkarat dan penggantian pohon yang ditemukan telah mati sebelumnya

“Semua kerusakan dalam bentuk apapun sebelum diterimakan proyek ini pada Dinas Perkim menjadi tanggungjawab kontraktor.

Terkait angkanya berapa itu bukan ranah kita yang kita soal asal pihak kontraktor koperstif mengganti hingga bersedia perbaiki kondisi proyek tersebut sesuai dengan kontrak awal.

Untuk jumlah-jumlahnya yang mengalami kerusakan itu semua sudah kami sampaikan ke pihak kontraktor,” ungkapnya.

Bahkan, Sabtu (10/9) malam kemarin, kontraktor sudah mendatangkan 27 batang pohon Tabebuya.

”Untuk pohon ini juga sudah dilakukan penggantian mulai jam 12 malam sampai jam 5 pagi,” tuturnya.

Penggantian pohon dilakukan secara bertahap. Dalam minggu depan ini sudah ada action untuk perbaikan. ”Untuk keramik dan neon box sudah dipesankan tapi belum jadi,” pungkas Setiawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa titik kerusakan pada proyek drainase dan trotoar KH Wahid Hasyim terlihat belum diperbaiki. Diantaranya fasilitas neon box nama jalan KH Wahid Hasyim masih rusak.

Beberapa titik bola taman dan pot bunga terazo yang sebelumnya rusak belum diganti. Terdapat puluhan pohon Tabebuya terlihat mengering. Beberapa bunga hias di taman gantung juga terlihat mengering.

Juga beberapa titik pasangan keramik rusak. Bahkan di sejumlah titiknya terdapat pasangan mur dan baut yang menjongat ke permukaan keramik sehingga membahayakan pengguna jalan.

Banyaknya titik kerusakan pada proyek rehabilitasi trotoar dan drainase Jl KH Wahid Hasyim ditindaklanjuti Dinas Perkim Jombang.

Dinas menerjunkan tim mendata seluruh titik kerusakan proyek yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 16 miliar dari APBD tersebut.

(gentho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.